Harga Tiket Final AFF yang jadi Bom disaat Natal dan Tahun Baru


“Kasihan rakyat kalau harganya naik, terlalu mahal,” ujar Menteri Negara Pemuda dan Olahraga kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar panitia lokal tak membebani masyarakat Indonesia dengan menjual harga tiket final Piala AFF dua kali lipat.

“Memang tadi pagi banyak yang SMS tentang harga tiket naik, saya harap PSSI dengan semangat kebersamaan, demi rakyat, tiket diatur jangan terlalu tinggi, jangan kejar keuntungan semata,” ungkap sang presiden kepada wartawan.

Staf khusus presiden Andi Arief menilai lonjakan harga tiket final Piala AFF 2010 bisa merusak semangat nasionalisme. “Ini kado pahit Natal dan Tahun Baru,” ujarnya kepada INILAH.COM, Selasa (21/12/2010).

Sedang untuk tiket pertandingan di malaysia, Duta Besar Indonesia di Malaysia, Da’i Bachtiar, menyatakan tiket pertandingan Malaysia-Indonesia yang dijual seharga 50 dan 30 ringgit itu akan dijual mulai pukul 09.00 pagi dan ditutup pukul 17.00.

“Ini kesepakatan kami setelah melakukan diskusi dengan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes. Ini untuk menghindari kekacauan,” tutur mantan Kapolri itu.

Nugraha sendiri meminta pendukung Indonesia yang akan menyaksikan partai final itu untuk segera mengontak Kedubes Indonesia di Kuala Lumpur. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tak diinginkan.

Da’i juga menyebutkan, delapan orang pejabat Indonesia sudah memastikan akan hadir menyaksikan pertandingan tersebut di Stadion Nasional Bukit Jalil. Tapi, dia tak menyebutkan siapa-siapa saja pejabat yang bakal memberikan dukungan tersebut.

Berbeda jauh harga tiket pertandingan final antara indonesia dan malaysia, harga tiket di indonesia terus melonjak tinggi.

Harga tiket terus menanjak sejak babak penyisihan. Untuk laga puncak, tiket termurah adalah Rp 75 ribu untuk Kategori 3 atau Tribun Atas. VIP Barat harus ditebus dengan Rp 500 ribu, dan VVIP harganya Rp 1 juta. Banderol tiket bagaikan langit dan bumi dengan leg pertama, berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (26/10) yang dijual antara Rp 86 ribu dan Rp 144 ribu.

Dengan perhitungan 30 ribu tiket Tribun Atas, kenaikan dari Rp 50 ribu jadi Rp 75 ribu menghasilkan keuntungan Rp 750 juta bagi PSSI. “Bandingkan dengan keuntungan Rp30 miliar yang mereka dapatkan,” katanya. Menurut Andi, keuntungan dari kenaikan itu tidak berarti jika ada sebagian suporter yang harus gigit jari karena tidak mampu membeli tiket.

Dia meyakini, 200 juta penduduk Indonesia sanggup memborong tiket dan memenuhi Gelora Bung Karno, berapa pun harganya. “Tapi kalau dinaikkan, berarti tidak semua golongan masyarakat bisa hadir,” kata Andi.

Andi akan kembali menghubungi Nurdin Halid untuk meminta pembatalan kenaikan tiket. “Walau sudah diputuskan, kalau ada kemauan, pasti bisa turun,” katanya. Sebab masih ada waktu sepekan sebelum pertandingan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: